BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang anak di Palangka Raya ditemukan warga dalam kondisi kakinya terikat menggunakan tali rafia. Berdasarkan informasi yang beredar, anak tersebut ditemukan di Jalan Pinus, Kelurahan Panarung, Rabu, 7 September 2022.
Anak ini seperti memiliki kebutuhan khusus. Kabarnya, anak ini tinggal bersama orang tuanya di sebuah barak atau kos-kosan.
"Tadinya ada travel yang mengantar ke kantor kami, sekarang sudah pulang sama orang tuanya," kata Lurah Panarung, Evi Kahayanti.
Selama ini, kata Evi, pihaknya sudah memberikan bantuan karena anak ini berasal dari keluarga tidak mampu. Namun, bantuan itu terbatas, tidak untuk jangka panjang. Rencananya, tim dari kelurahan akan mengunjungi rumah anak tersebut untuk bertemu orang tuanya.
"Malam ini mau ke sana, mau tanya kesiapan orang tuanya bagaimana kalau disekolahkan di sekolah autis. Kami sulit melangkah karena data kependudukan orang tuanya tidak jelas. KTP dan KK alamatnya Kapuas, ditanya buku nikah juga mereka nggak tahu," ungkapnya.
--page
Evi berharap, orang tua anak ini bersedia untuk antar jemput sekolah ke Jalan Mahir-Mahar. Apabila tidak sanggup, maka nantinya ditangani pihak Dinas Sosial untuk membantu memberikan solusi.
"Kalau memang autis nanti kita bantu sekolahnya. Itu pun kalau orang tuanya bisa antar jemput, karena jauh juga ke Mahir-Mahar, apalagi sekarang BBM naik. Doakan saja semuanya bisa dapat solusi yang baik dan orang tuanya sadar agar lebih memperhatikan anaknya," tutupnya. (HENDRI/B-7)









