BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Sriosako menilai pembangunan bendungan dan pengelolaan drainase dengan baik mampu bmeminimalisir terjadinya banjir khususnya di wilayah Kalteng.
Seperti halnya disejumlah negara yang ada dibelahan dunia ini salah satunya Turki dan Thailand membangun bendungan guna untuk mencegah terjadinya banjir, oleh sebab itu kedua negara tersebut bisa menjadi contoh.
"Belum lama ini kita ada membahas persoalan banjir ini dengan Komisi III DPRD Kalsel. Mereka melakukan kunjungan ke DPRD Kalteng karena persoalan 2 provinsi ini sama yaitu banjir. Nah, kami menyarankan untuk mengatasi banjir ini ada baiknya ke 2 daerah ini melakukan kunjungan kerja ke negara yang berhasil mengatasi banjir, sebagai refrensi," kata dia, Kamis, 8 September 2022.
Disebutkannya bahwa, selama dalam menangani banjir antara pemerintah daerah Kalteng dan Kalsel selama ini sudah tergolong baik. Namun, untuk mencegahnya masih belum optimal. Sehingga, perlu ada langkah konkret dan tepat untuk pencegahan jangka panjang yang dilakukan.
Menurutnya, pembangunan bendungan merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah namun hal itu juga harus menyesuaikan tata ruang daerah. Selain itu juga, penataan serta pengelolaan drainase juga perlu dimaksimalkan terutama di wilayah perkotaan, sebab yang kerap terjadi banjir itu yakni wilayah perkotaan.
"Karena wilayah perkotaan ini relatif padat penduduk, sehingga banyak drainase yang kurang optimal mengalirkan air karena sering tersumbat akibat ketidak patuhan masyarakat akan kebersihan terutama membuang sampah, jadi sering terjadi banjir. Nah, apabila ini dikelola dengan baik maka banjir bisa dicegah," jelasnya.
--page
Diterangkannya, setelah adanya penataan di wilayah perkotaan, kemudian penataan juga perlu dilakukan di wilayah pedesaan. Kalau diperkotaan itu masalahnya drainase, lain halnya dengan di pedesaan terutama yang berada di pinggiran DAS. Ketikan sungai meluap maka mengakibatkan banjir.
"Penataan di wilayah pedesaan ini memang tergolong sedikit sulit apalagi yang di pinggiran DAS, namun saya rasa jika dicarikan solusinya maka bisa dilakukan, misal melakukan penggerukan sungai agar lebih dalam, dan membangun bendungan atau dengan solusi lainnya," pungkasnya. (DONNY D/B-11)









