Empat provinsi di Kalimantan masuk 10 besar lokasi investasi asing sepanjang 2015 berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Empat provinsi tersebut adalah Kalimantan Timur (Kaltim) yang menduduki peringkat V dengan nilai investasi 1,3 miliar dolar AS, Kalimantan Barat (Kalbar) peringkat VI (1,2 miliar dolar AS), Kalimantan Selatan (Kalsel) peringkat IX (961 juta dolar AS), dan Kalimantan Tengah (Kalteng) di peringkat X (nilai 933 juta dolar AS).
“Empat provinsi di Kalimantan masuk 10 besar lokasi investasi, ini tentu positif untuk mendorong pertumbuhan pembangunan di luar Jawa,” kata Kepala BKPM, Franky Sibarani dalam siaran persnya, Sabtu (23/1/2016).
Pemerintah, menurut dia, akan terus memprioritaskan investasi-investasi di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia.
“Selain provinsi di Kalimantan, dua provinsi lain yang masuk 10 besar adalah Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah di peringkat ketujuh dan kedelapan,” ungkapnya.
Sektor investasi
Dari sisi sektor kontributor utama investasi yang masuk di empat provinsi di Kalimantan adalah sektor pertambangan, tanaman pangan dan perkebunan, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, dan perumahan, serta kawasan industri dan perkantoran.
Franky menambahkan, ke depan pemerintah-pemerintah provinsi di luar Pulau Jawa harus melakukan terobosan-terobosan untuk menggungguli provinsi-provinsi di Jawa yang sudah memiliki berbagai kelebihan. “Ini sesuai dengan sambutan yang disampaikan oleh Presiden dalam acara di Wonogiri (Jawa Tengah) pada Jumat (22/1/2016) bahwa setiap daerah bersaing, antarnegara bersaing,” ujarnya.
Persaingan antardaerah untuk menarik minat investasi dinilai cukup positif untuk memacu bergeraknya perekonomian di masing-masing daerah.
“DKI Jakarta sudah melakukan pelayanan online untuk IMB (izin mendirikan bangunan) dan SIUP (surat izin usaha perdagangan). Ini akan semakin mempermudah bagi investor baik asing maupun domestik untuk memulai melakukan aktivitas usahanya,” jelasnya.
(ANT/B-1)








