KONDISI drainase di Palangka Raya yang belum baik rupanya disebabkan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya yang belum banyak mengimbangi kegiatan serupa yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.


Penekanan ini justru disampaikan pihak DPRD Kota Palangka Raya, Diu Husaini.


Politisi Hanura itu menuding Pemkot tidak mengimbangi proyek-proyek penanganan saluran iir. Alhasil, ketika guyuran hujan melanda, masih saja banyak titik baik di ruas jalan maupun pemukiman warga yang tergenang.


“Pihak provinsi sering lakukan pembenahan drainase, sementara Pemkot tidak ikuti atau tidak imbangi pembangunan tersebut. Yang sering kita lihat pihak provinsi lah yang lakukan pembenahan,” ungkap Diu kepada Borneonews.


Dengan alasan itu, Diu pun meminta pihak dinas terkait, yaitu dinas bina marga dan sumber daya air (BMSDA) dan dinas cipta karya tata ruang dan perumahan (Disciptarum) Kota Palangka Raya pada 2016 ini serius mempriotaskan perbaikan drainase.


“Tahun ini kalau bisa usahakan dan prioritaskan drainase. Sebab tahun lalu jalan sudah banyak diperbaiki, tinggal drainasenya. Padahal sebenarnya harus drainase dulu yang disiapkan baru menyusul jalan dimantapkan,” sesalnya. (RZ/B-12)