BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengharapkan pelatihan pembuatan abon dapat membuka peluang usaha bagi perempuan.
“Diharapkan dapat menciptakan peluang usaha yang luas dan membuka lapangan kerja bagi perempuan sehingga dapat meningkatkan usaha pendapatan bagi perempuan,” sebut Kepala DP3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden seperti dikutip dari MMC Kalteng.
Ia mengatakan Pemprov Kalteng melalui DP3APPKB telah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD untuk memperkuat industri rumahan.
Dijelaskannya industri rumahan merupakan suatu industri skala mikro dan umumnya memanfaatkan atau menghasilkan produk berupa barang jadi yang memberi nilai tambah dan dikerjakan dirumah.
Proses produksi dilakukan secara khusus ataupun sebagai kerja paruh waktu dengan memanfaatkan sarana prasarana serta peralatan produksi lainnya yang dimiliki oleh perseorangan/kelompok usaha Bersama/koperasi.
--page
Peserta pelatihan pembuatan abon dan pempek berasal dari pelaku usaha industri rumahan perempuan yang menjadi binaan dari DP3APPKB Provinsi Kalteng dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. (HERMAWAN DP/B-6)









