BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan peran perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi.
Kepala DP3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden menyampaikan ada sekitar 46 juta UMKM yang sebagian merupakan industri rumahan dan sekitar 60 persen pengelolanya adalah kaum perempuan.
Hal itu berdasarkan catatan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) RI tahun 2021
"Dengan jumlah yang cukup banyak, peran perempuan pengusaha menjadi cukup besar bagi ketahanan ekonomi,” tuturnya seperti dikutip dari MMC Kalteng, baru baru ini.
Perempuan pengusaha tersebut dinilai berperan dalam menciptakan lapangan kerja, menyediakan barang dan jasa dengan harga murah serta mengatasi masalah kemiskinan.
Seperti diketahui Dinas P3APPKB Kalteng beberapa kali melakukan pelatihan yang difokuskan untuk pemberdayaan perempuan.
Selain pelatihan pembuatan abon dan pempek dari ikan di Palangka Raya sebelumnya juga telah menggelar capacity building bagi perempuan industri rumahan.
--page
Ada juga kegiatan advokasi kebijakan dan pendampingan layanan perlindungan perempuan yang dirangkai dengan pelatihan peningkatan kapasitas perempuan korban kekerasan dalam rangka peningkatan ekonomi keluarga di Desa Sei Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. (HERMAWAN DP/B-6








