PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) Kota Palangka Raya, Parada L KDR mengatakan, prosesi adat Balian Tantulak Burung Dahiang telah dilaksanakan sebelum dilakukan renovasi Bundaran Besar Palangka Raya.

"Melalui prosesi Balian Tantulak Burung Dahiang itu, kita meminta agar renovasi Bundaran Besar Palangka Raya dapat berjalan lancar. Prosesi itu juga sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur yang telah menjaga Kalteng," katanya,

Pada Balian Tantulak Burung Dahiang, dilakukan beberapa rangkaian prosesi adat, seperti sesajen babi dan ayam. Kemudian juga dilakukan prosesi balian untuk melihangkan hal-hal yang tidak baik sebelum, proses renovasi dilakukan.

"Karena dalam keyakinan, kita meyakini bahwa ada hal-hal gaib ada disekeliling kita. Nah upacara adat Balian Tantulak Burung Dahiang sebagai permohonan izin kita kepada para leluhur. Agar para leluhur kita juga ikut menjaga dalam proses renovasi tersebut," jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya menyambut positif terhadap upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam melakukan pemugaran Bundaran Besar Palangka Raya. Renovasi tersebut menandakan bahwa pembangunan di Bumi Tambun Bungai, sudah sangat maju.

--page

"Mari bersama-sama kita doakan renovasi Bundaran Besar Palangka Raya dapat berjalan dengan lancar. Kita harus menyambut dengan suka cita. Karena Bundaran Besar Palangka Raya akan menjadi ikon Kalimantan Tengah, di mata dunia," tandasnya. (NOPRI/B-5)