KETUA Gerakan Dayak Indonesia (Gerdayak), Yansen Binti, meminta orang luar Kalimantan Tengah (Kalteng) jangan ikut campur dan merusuhi Bumi Tambun Bungai. Imbauan ini ditujukan kepada segelintir orang yang tiba-tiba datang menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng untuk melakukan kampanye agar memilih calon gubernur Willy Midel Yoseph yang disung PDIP.


“Dalam beberapa hari ini kita kedatangan tamu dari luar daerah, baik dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan sebagainya. Kalau sebagai pelancong kita senang. Tapi, yang terjadi kita mendengar mereka melakukan kampanye. Kita sudah masa tenang eh malah mereka lakukan itu, terang-terangan ajak coblos calon tertentu,” sesal Yansen di Palangka Raya, Minggu (24/1/2016).


Kalaupun alasan mereka melakukan blusukan, menurut Yansen, masuk Kalteng adalah salah tempat. ‘’Masyarakat Kalteng merasa terusik dengan hadirnya orang luar yang tiba-tiba begitu masif turun ke lapangan memengaruhi massa. Apalagi saat ini masuk ke masa tenang pencoblosan Pilgub Kalteng,” katanya.

Tak beretika


Yansen menyebut mereka tak ubahnya tamu yang tidak tahu etika yang datang ke negeri orang. Padahal, Kalteng saat ini terbilang kondusif, sedangkan kedatangan mereka cukup membuat warga resah.


“Saya ingatkan agar jangan ikut-ikutan atur Kalteng. Kita imbau tolong hargai masyarakat Kalteng, itu tidak perlu. Hari ini masyarakat Kalteng tersinggung dengan mereka. Apakah ini model penjajahan (politik) baru? Saya imbau masyarakat tidak menggubris mereka itu,” tegas Yansen.


Yansen juga meminta agar paslon melakukan etika berpolitik yang baik, bukan berlaku maling teriak maling dan preman teriak preman. Pasalnya, banyak ditemukan paslon tertentu di lapangan berbuat kampanye disertai main politik uang, tetapi menuding pihak lain berbuat.


‘’Padahal ternyata, itu pihaknya sendiri yang memulai. Begitu juga menuduh pihak lain melakukan premanisme, siapa sebenarnya berlaku demikian?”


Sementara cagub Sugianto Sabran mengajak paslon yang bertarung dalam Pilgub Kalteng bersaing secara sehat. Jangan melakukan kampanye hitam

“Kalau merasa berpendidikan, seharusnya bertindak laku baik. Tidak mungkin melakukan hal yang tidak santun,” katanya.
(RZ/B-1)