PANGKALAN BUN - Kunjungan Gubernur Jawa Tengah yang juga fungsionaris PDI Perjuangan Ganjar Pranowo di Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kecamatan Pangkalan Lada disebut-sebut sarat muatan politis, Minggu (24/1/2016). Pasalnya, kunjungan mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 itu berdekatan dengan hari-H pencoblosan Pilgub Kalteng yang tinggal tiga hari lagi.


Kegiatan yang ditengarai sebagai kegiatan kampanye terselubung untuk mengarahkan dukungan terhadap salah satu paslon itu pun menyeruak. Tudingan tersebut cukup beralasan. Pasalnya, sebelum Ganjar, Bupati Kudus yang juga kader PDI Perjuangan Musthofa berkunjung ke Pangkalan Bun, Kobar dengan dalih silaturahmi paguyuban warga pantai utara (Pantura) Pulau Jawa.


Tak hanya Musthofa, mantan Bupati Bantul Idham Samawi yang juga kader PDI Perjuangan datang ke acara arisan rutin paguyuban warga Sematu Jaya asal Yogjakarta di Kabupaten Lamandau. Idham datang lengkap dengan atribut partai.


“Jangan curiga terus, nanti rontok rambutmu,” kelakar Ganjar kepada Borneonews, Minggu (24/1/2016).


Meski mengaku hanya bersilaturahmi, tetap saja tampak bendera besar partai berlambang banteng dengan moncong putih ini berkibar di berbagai penjuru desa. Tampak juga sejumlah orang yang mengenakan kaos berlogo paslon no urut 2.


Selain itu, selebaran-selebaran yang memuat beberapa program andalan salah satu paslon seperti Kartu Kalteng Barigas, Berobat Gratis Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan RSUD se-Kalteng, Bantuan Pendidikan Gratis hingga Kartu Kalteng Cerdas.


Setelah dari Pangkalan Banteng, Ganjar bergegas menuju Pangkalan Lada. Berbeda dengan di Pangkalan Banteng, di Pangkalan Lada justru tidak tampak atribut-atribut partai. Yan ada cuma panggun dan umbul-umbul.


Terkait kedatangannya bertepatan dengan momentum pilkada, Ganjar dengan ringan menjawab jika hal itu bukan masalah. Ia pun dengan tegas menyatakan korelasinya sebagai Gubernur dengan kapasitas kedatangannya adalah sebagai fungsionaris Partai.


“Loh! Kalau gubernur kan fungsionaris partai kecuali independen. Saya keliling ke Papua, ke Lampung juga kita tengok, karena kita harus tahu warganya ada di mana,” kilah Ganjar. (KK/B-12)