BORNEONEWS, Sampit - Dampak naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini mulai terasa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satunya yakni akan naiknya harga tiket kapal Dharma Lautan Utama (DLU) yang melayani Sampit - Surabaya dan Sampit - Semarang.
"Setelah keberangkatan kapal pada 10 September 2022 nanti, harga tiket terbaru sudah mulai diberlakukan," ujar Manager PT DLU Cabang Sampit Hendrik Sugiharto, Kamis, 8 September 2022.
Kenaikan harga tiket tersebut direncanakan hingga 13% dari harga awal. Seperti tekt kapal Sampit - Semarang yang sebelumnya Rp 250 ribu, naik menjadi Rp 295 ribu.
Sedangkan tiket kapal dari Sampit - Semarang yang sebelumnya Rp 245 ribu naik menjadi Rp 290 ribu. Kenaikan tersebut rencananya akan diberlakukan sejak 12 September 2022 mendatang.
"Kenaikan tiket kapal ini murni diberlakukan imbas dari kenaikan harga BBM dari pemerintah pusat," kata Hendrik.
--page
Pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan juga angkutan ekspedisi. Hal itu dilakukan agar mereka dapat melakukan penyesuaian tarif jasa angkutannya. Sehingga, mereka tidak kaget saat tarif terbaru telah diberlakukan nantinya.
Sementara itu, untuk keberangkatan kapal pada September 2022 ini, ada 11 call, tujuan Sampit - Surabaya 7 call yakni pada tanggal 3, 6, 10, 15, 18, 22, dan 26. Sedangkan sisanya tujuan Sampit - Semarang yakni pada 5, 12, 18, dan 27 September 2022.
Kenaikan BBM sendiri sangatlah berdampak besar bagi sejumlah transportasi, tidak hanya laut saja, namun juga darat. Bahkan naiknya harga tiket kapal, bisa menjadi rujukan juga bagi angkutan ekspedisi untuk menaikkan tarif. Sehingga harga logistik di Kotim juga akan berdampak dalam hal harga kebutuhan pokok yang didatangkan dari luar daerah. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









