PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam beberapa bulan mendatang diprediksi akan muncul varian baru Covid-19.

Namun kemunculan varian Corona baru tersebut tidak terlalu memengaruhi kondisi warga. Terlebih vaksinasi bakal digencarkan pada kelompok rentan.

“Sekarang, ujiannya 6 bulan lagi, sekitar bulan Januari, Februari, Maret 2023. Kalau kita benar-benar bisa melampaui itu sama seperti sekarang, Indonesia adalah menjadi mungkin selected few negara yang bisa menangani pandemi ini 12 bulan berturut-turut,” kata Menkes Budi.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, terdapat kemungkinan varian Corona baru yang kelak hadir di tahun 2023 tidak akan lebih berbahaya dibandingkan Delta atau Omicron yang sekarang beredar di Indonesia.

Diungkapkan, bahwa Secara alamiah, virus itu tidak ingin inangnya cepat-cepat mati. Sebab, virus juga akan mati jika inangnya mati. Sehingga, mutasi virus kedepannya akan membuat jnangbya lebih sulit mati. Itu sebabnya, virus baru lebih lemah dibanding virus yang lama.

“Karena sebab itu lah Omicron lebih lemah daripada Delta. Kemungkinan besar nanti mutasi berikutnya pasti akan lebih lemah dari Omicron. Karena virus ini tidak ingin inang tempatnya hidup cepat-cepat meninggal,” pungkasnya.

--page

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Kamis 8 September 2022 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 19 kasus.

Penambahan tersebut diantaranya Palangka Raya tujuh kasus, Kotawaringin Barat lima kasus, Barito Timur dua kasus, Barito Selatan dua kasus, serta Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, dan Lamandau masing-masing satu kasus. (HERMAWAN DP/B-6)