BORNEONEWS, Pulang Pisau - Tingginya curah hujan yang terjadi dalam minggu - minggu ini berpotensi menimbulkan banjir di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Khususnya daerah rawan banjir yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Kahayan.
Terlebih di hulu DAS Kahayan, yakni di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) telah terjadi banjir. Kendati demikian, untuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau hingga Jumat (09/09/2022) masih terbilang aman dari bencana banjir.
“Saya sudah koordinasi dan komunikasi dengan seluruh kepala desa di wilayah Kecamatan Banama Tingang, belum ada laporan terjadinya banjir. Sampai saat ini wilayah Banama Tingang masih aman,” kata Camat Banama Tingang, Ngeok T Rasad, belum lama ini.
Kendati demikian Ngeok mengaku tetap waspada terhadap kemungkinan kiriman banjir dari Kabupaten Gumas.
“Mengingat di wilayah hulu Kahayan sudah banjir. Untuk itu, daerah rawan banjir di Kecamatan Banama Tingang tetap waspada,” kata dia.
--page
Dia juga mengaku, dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala desa jika ada kenaikan debit air agar segera koordinasi dan lapor k Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau.
“Sehingga cepat dilakukan penanganan,” tandasnya.
Terpisah, Camat Kahayan Tengah Siswo saat dikonfi rmasi kondisi di wilayahnya yang rawan banjir mengaku, hingga Senin (5/9) belum ada daerah yang terendam. “Untuk saat ini masih aman. Belum tahu untuk beberapa hari ke depan,” kata Siswo.
Hal senada juga diungkapkan Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Moh Insyafi . Menurut dia, jika intensitas hujan masih tinggi, debit air di wilayah hulu diperkirakan akan naik 1 sampai 2 hari ke depan.
“Saat ini hanya ada 1 RT di Desa Tangkahen yang terdampak banjir,” kata Insyafi.
--page
Sementara itu, jajaran Polsek Banama Tingang, kemaruin (5/9) langsung melakukan pengecekan perkembangan debit air di wilayah Kecamatan Banama Tingang.
“Pengecekan perkembangan debit air dilakukan dibeberapa desa yang mengalami banjir musiman akibat meluapnya air DAS Kahayan di Kecamatan Banama Tingang,” kata Plt Kapolsek Banama Tingang Iptu Junedinoto.
Ia mengungkapkan, peningkatan debit air terjadi di Desa Tangkahen. “Ketinggian air antara 10 hingga 15 centimeter. Untuk jalan dan permukiman mulai terendam,” ungkap dia. Junedi menambahkan, saat ini debit air di DAS Kahayan mengalami kenaikan untuk wilayah Kecamatan Banama Tingang. “Namun masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasa,” tandasnya.
Sementara itu, Tujuh desa di Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau terendam banjir. Banjir Musiman akibat meluapnya Air Sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan di Wilayah Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau.
”Dari hasil pengecekan ketinggian debit air di beberapa desa pada Rabu Tanggal 07 September 2022 sekitar pukul 10.00 Wib, ketinggian debit air di Desa Tangkahen 15 cm, Dusun Talio Desa Goha 35 Cm, Desa Pahawan, 40 Cm, Desa Ramang 65 Cm, Desa Hanua 70 Cm, Desa Hurung, 10 Cm,” kata Plt Kapolsek Banama Tingang Iptu Junedinoto.
--page
Banjir musiman yang terjadi di wilayah Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau akibat meluapnya air Sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan di Wilayah Kecamatan Banama Tingang.
”Dari hasil monitoring terdapat enam desa mengalami banjir musiman akibat meluapnya air Sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan di Wilayah Kecamatan Banama Tingang,” jelas Junedinoto.
Meskipun banjir tersebut mengakibatkan beberapa ruas jalan permukiman masyarakat, kata Junedinoto, hal tersebut tidak berpengaruh atau menghambat akses lalan penghubung Lintas Palangkaraya-Kuala Kurun karena sebagian besar berada di dataran tinggi dan belum ada warga yang mengungsi. Masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasa.
”Untuk fasilitas umum yang mengalami kebanjiran dibeberapa desa seperti sekolah dan Pustu sudah tidak beroperasi lagi. Namun kata Junedinoto, Pustu tetap beroperasi sambil menunggu banjir surut dirumah bidan Septina Desa Ramang RT 02 Desa Ramang,” ungkap Junedinoto
Junedi menambahkan, diperkirakan jika intensitas hujan terus meningkat terutama di daerah Hulu DAS Kahayan maka dapat dipastikan debit air di beberapa Desa di wilayah Kecamatan Banama Tingang akan meningkat.
--page
”Intinya, jika banjir di wilayah hulu surut maka pindah ke hilir. Karena dataran rendah seiiring mengikuti aliran sungai. Oleh karenanya, saya menghimbau kepada seluruh masyatakat, khususnya di Kecamatan Banama Tingang agar meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (ang)









