BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemenang sayembara desain monumen Bundaran Besar Palangka Raya, Stevan Eranio mengatakan, desain Bundaran Besar mengusung tema Bundaran Sandya Pastika.
"Sandya Pastika berasal dari Bahasa Sansekerta yang bermakna Sandya berarti "persatuan" dan Pastika berarti "kristal" (Crystal of Unity)," katanya, Jumat, 9 September 2022.
Sandya Pastika, merupakan pemaknaan dari persatuan yang secara menyeluruh memberikan arti kehadiran Bundaran Besar menjadi lambang persatuan bangsa dan perdamian dunia. Dan kristal mengacu pada kristalisasi Pancasila.
"Kristalisasi maksudnya adalah suatu yang telah tersaring dari nilai-nilai yang ada, sehingga merupakan inti pokok yang mengkristal, dalam artian telah terbentuk dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia," jelasnya.
Dia juga mengatakan, Bundaran Besar Palangka Raya akan menjadi monumen penting bagi masyarakat di Kalimantan Tengah, agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat dunia.
--page
"Untuk itu saya mengajak agar seluruh masyarakat Kalimantan Tengah dapat memberikan dukungan penuh terhadap program pemugaran ikon daerah tersebut," tutupnya. (NOPRI/B-5)









