BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengingatkan masyarakat Kabupaten Barito Timur agar mewaspadai dampak peningkatan curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Dari pantauan BMKG untuk beberapa hari ini wilayah Kalteng khususnya di Barito Timur terjadi peningkatan curah hujan sehingga perlu diwaspadai dampak bencana hidrometeorologinya," kata Kepala Stasiun Meteorologi Sanggu, Nur Setiawan kepada Borneonews, Jumat, 9 September 2022.
Adapun bencana hidrometeorologi yang dimaksud berupa banjir, pohon tumbang, tanah longsor serta bencana lain yang timbul akibat cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang atau puting beliung.
Selain itu Nur Setiawan menyampaikan, prakiraan musim hujan atau PMH tahun 2022 yang dikeluarkan BMKG, awal musim hujan di wilayah Barito Timur dimulai pertengahan bulan September.
"Awal musim hujan tahun ini lebih cepat maju tiga dasarian (30 hari) atau sekitar satu bulan yang biasanya pada pertengahan Oktober. Sedangkan puncak musim hujan diperkirakan pada Januari 2023," tandasnya.
--page
Terpisah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Barito Timur G Ery Handrico mengatakan bahwa pihaknya juga sudah mendapatkan informasi dari BPBD provinsi terkait potensi peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan.
"Informasi ini juga sudah kami teruskan ke grup (WhatsApp) penanganan banjir sehingga desa-desa yang rawan banjir bersiap siaga menghadapi kondisi cuaca yang lebih banyak curah hujannya," jelas Ery.
Dia juga mengungkapkan bahwa telah menerima laporan dari kecamatan yang wilayahnya rawan banjir tentang peningkatan debit air sungai namun hingga kini masih dalam status aman. (BOLE MALO/B-5)









