SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) bahasa daerah dialek Kotawaringin yang akan diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukamara hanya diikuti sekolah yang dijadikan percontohan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didikbud) Sukamara, M Yunus mengatakan bahwa keterbatasan anggaran yang tersedia membuat kegiatan FTBI dibatasi, yang mana tidak semua sekolah bisa mengikuti kegiatan.

"Karena masih terbatas pada anggaran dan sebagai tahap awal maka, untuk kegiatan festival bahasa daerah dialek kotawaringin nantinya kita batasi," kata M Yunus, Jumat, 9 September 2022.

Menurut dia, kegiatan tersebut nantinya hanya melibatkan 13 sekolah sebagai sampling, yang terdiri dari SD serta SMP termasuk sekolah yang akan menerapkan kurikulum merdeka.

"Jadi hanya ada 13 sekolah saja yang terlibat dalam Festival Tunas Bahasa Ibu," tuturnya.

--page

Yunus menerangkan, untuk beberapa kegiatan yang masuk dalam program kegiatan sosialisasi revitalisasi bahasa yakni bahasa daerah dialek kotawaring ini sudah dianggarkan dalam Perubahan APBD 2022, termasuk untuk kegiatan festival.

"Kegiatan festival ini juga direncanakan dilaksanakan secara berjenjang yakni dari tingkat kabupaten, nantinya tingkat provinsi dan juga nasional," tukas M Yunus. (NORHASANAH/B-5)