BORNEONEWS, Palangka Raya – Ternyata, usia berpengaruh terhadap level antibodi Covid-19 yang terbentuk baik antibodi dari pemberian vaksin maupun infeksi alami virus Corona.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menerangkan, antibodi dapat bertahan secara normal pada orang dewasa yang sehat dalam jangka waktu 6 - 8 bulan. Namun, antibodi hanya bertahan kurang lebih 3 bulan pada lansia.
"Level antibodi dan imunitas populasi yang baik seperti sekarang ini merupakan hal yang perlu dijaga, bahkan terus diperkuat. Normalnya, antibodi dapat bertahan 6 sampai dengan 8 bulan pada orang dewasa yang sehat," terang Wiku di Media Center Covid-19, Graha BNPB beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan, pada umumnya, semakin besar gejala yang dirasakan saat positif Covid-19, maka semakin lama rentang waktu antibodi bertahan dalam tubuh.
Sementara itu, semakin tua umur seseorang, semakin singkat rentang waktu antibodi bertahan dalam tubuh. “Misalnya, lansia yang hanya bertahan kurang lebih 3 bulan," tegasnya.
--page
Menurutnya, bentuk komitmen pemerintah terus melindungi masyarakat dengan percepatan laju vaksinasi Covid-19 dosis 1, 2 dan dosis 3 atau booster pertama, serta dosis 4 atau booster kedua bagi sumber daya kesehatan.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Jumat, 9 September 2022, konfirmasi Covid-19 bertambah 16 kasus.
Penambahan tersebut dari Palangka Raya enam kasus, Murung Raya tiga kasus, Seruyan tiga kasus, Kotawaringin Barat dua kasus, Kotawaringin Timur satu kasus, dan Barito Utara satu kasus. (HERMAWAN DP/B-7)









