PASIEN rawat inap di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur Kalteng, Rabu (27/1/2016) mendatang.
Petugas TPS akan mendatangi rumah sakit untuk memudahkan pasien dan petugas rumah sakit memberikan hak pilih. “Mereka diakomodasi oleh TPS-TPS yang ada di sekitar rumah sakit. Nanti pihak rumah sakit yang mendatanya, kemudian dilaporkan kepada kami di KPU,” kata anggota KPU Benny Setia di Sampit, Senin (26/1/2016).
KPU meminta pihak rumah sakit mendata pasien, keluarga pasien dan petugas kesehatan setempat yang diperkirakan masih bertahan pada 27 Januari. Pendataan itu penting agar KPU bersama PPK dan PPS mengetahui jumlah pemilih di rumah sakit itu sehingga bisa mengalokasikan surat suara sesuai kebutuhan.
Pendataan ini merupakan bagian upaya KPU meningkatkan partisipasi pemilih. KPU tidak ingin ada pemilih kehilangan hak pilihnya karena tidak terdata petugas.
Partisipasi rendah
Sementara itu, partisipasi pemilih saat pemilihan bupati dan wakil bupati Kotawaringin Timur pada 9 Desember 2015 lalu menjadi sorotan karena cukup rendah. KPU merasa sudah berusaha maksimal melakukan sosialisasi, namun partisipasi pemilih.
Hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU, jumlah pemilih di Kotim yang tersebar di 17 kecamatan sebanyak 358.627 pemilih, terdiri dari 190.857 laki-laki dan 167.770 perempuan. Namun dari jumlah tersebut, pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya sebanyak 182.864 pemilih atau 50,99 persen, terdiri 95.169 laki-laki dan 87.695 perempuan.
KPU berharap partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur nanti meningkat tajam. Apalagi, semua pihak turut membantu secara maksimal menyosialisasikan pesta demokrasi di Kalimantan Tengah tersebut.
(Ant/B-2)


