KOTABARU - Kondisi warga Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru yang terisolasi akibat tidak ada kapal penyeberangan, akhirnya direspon pemerintah.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kotabaru menerjunkan kapal perintis dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pelayaran Indonesia (Pelni), KM Sabuk Nusantara 55.
Kapal perintis tersebut segera dioperasikan tidak hanya untuk daerah terpencil di Kabupaten Kotabaru, tetapi juga di Kabupaten Tanah Bumbu. Meski demikian, KM Sabuk Nusantara 55 yang berkapasitas kurang lebih 300 penumpang tidak serta merta bisa beroperasi. Hal tersebut tergantung dari kesiapan pihak PT Pelni.
“Pada dasarnya tinggal menunggu kesiapan PT Pelni saja, kapan kapal perintis tersebut mulai dioperasikan, karena secara simbolis pengoperasian perdana kapal perintis tersebut telah dilakukan di Ambon dan Makassar,” jelas Kepala KSOP Kotabaru Sedeli M, Minggu (24/1/2016).
KM Sabuk Nusantara 55 milik PT Pelni ini sejatinya menggantikan tugas kapal perintis KM Delta Sembada milik swasta yang habis masa kontraknya.
Dalam operasinya, kapal perintis KM Delta Sembada dikontrak per tahun yang dimulai setiap awal tahun dan berakhir setiap akhir tahun anggaran, dengan rute pelayaran yang telah ditentukan oleh Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Kotabaru dan Tanah Bumbu.
“Kami tidak bisa membeli barang dari Kotabaru karena tidak ada kapal Apabila ada kapal atau speedboat calteran biayanya cukup mahal, kisaran Rp3 jutaan,” keluh Kepala SMAN Pulau Sembilan, Palawagau, mengomentari keterisolasian tempat mengabdinya. (ANT/B-12)








