MUSIM penghujan membuat salah satu ruangan UPTD Laboratorium Dinas PU di Jalan HM Rafii banyak mengalami kebocoran.


“Ya, itulah keadaannya kalau turun hujan staf kami harus naik ke atap untuk menutupi celah-celah yang bocor,” jawab Dandung Atyanto saat dikonfirmasi Borneonews, kemarin.


Dirinya sangat prihatin melihat kondisi ruangan tempat menyimpan alat-alat laboratorium tersebut. “Saya berharap dari anggaran ABT 2016 bisa dialokasikan untuk merehab ruangan ini.”


Ia menjelaskan, UPTD Laboratorium Dinas PU meski skupnya kecil,tapi sudah bisa membantu PAD. “Bahkan dengan sarana prasarana yang masih mengunakan alat manual, tahun ini PAD dari UPTD Lab Dinas PU masuk sekitar 91 %.


Sarana laboratorium yang terbilang baru non manual, yang tadinya pakai hidrolix (diputar) hanya satu yaitu sondir alat untuk mengecek tanah, yang sekarang sudah tinggal pijit saja.”


Dirinya berharap, semua sarana dan prasarana UPTD Lab Dinas PU bisa lebih ditingkatkan mutu dan kualitasnya termasuk ruangan laboratorium yang bocor segera diperbaiki.
(MW/B-7)