PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut komoditas impor Kalteng selama bulan Juli 2022 lalu yaitu berasal dari empat negara yakni Malaysia senilai US$ 2,21 juta, Laos US$ 2,05 juta, Singapura US$ 1,47 juta, dan Saudi Arabia US$ 0,19 juta.

Adapun komoditas impor dari Malaysia yakni berupa mesin pengolah sawit, mesin pengangkat sawit, generator, mesin ekstraksi sawit, pipa plastik, alat ukur ketinggian air, dan alat ukur tekanan air, sedangkan impor dari Laos berupa pupuk yaitu kalium klorida.

"Kemudian untuk impor dari Singapura yakni berupa aspal atau bitumen petroleum, dan impor dari Saudi Arabia berupa katalisator," kata Eko, Senin, 12 September 2022.

Diterangkan, apabila dibanding dengan Juni 2022, nilai impor dari Singapura mengalami penurunan terbesar yakni US$ 2,12 juta atau turun sebesar 59,05 persen. Ini terjadi karena ada penurunan nilai impor aspal dibandingkan bulan sebelumnya.

"Sementara untuk peningkatan nilai impor terbesar yaitu dari Malaysia yang naik sebesar US$ 2,21 juta," tutur Eko.

--page

Selanjutnya, jika dibandingkan bulan yang sama yakni Juli tahun 2021, impor Kalteng pada Juli 2022 mengalami kenaikan sebesar 211,58 persen.

Impor dari Singapura mengalami penurunan
terbesar senilai US$ 0,05 juta 3,29 persen, sedangkan peningkatan nilai impor terbesar berasal dari Malaysia yaitu berupa mesin/peralatan mekanik dan mesin/peralatan listrik) senilai US$ 2,05 juta atau 1.281,25 persen. (DONNY D/B-5)