SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga di Desa Bejarau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), harus mengungsi ke dataran lebih tinggi karena rumahnya terendam banjir. 

"Warga yang mengungsi cuma di Desa Bejarau," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rihel, Senin, 12 September 2022. 

Rihel menyebut, ada 9 kepala keluarga yang harus mengungsi. Karena kondisi rumahnya terendam banjir cukup tinggi. Sehingga, sangat membahayakan jika dipaksakan untuk tetap tinggal di rumah mereka.

Apalagi saat ini, potensi hujan deras masih akan terjadi di Kotim. Sehingga, dikhawatirkan banjir terus meninggi dan merendam rumah warga tersebut. 

"Tenda pengungsi juga sudah dibangun di sekitar desa yang masih dataran tinggi," kata Rihel. 

--page

Sementara, Pemkab Kotim sendiri saat ini sudah menetapkan status siaga darurat banjir. Hal itu disebabkan karena dari perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan masih akan terjadi hingga Desember 2022 mendatang. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)