LEMBAGA adat mengharapkan keseriusan Pemkab Pulang Pisau untuk memperhatikan hutan desa.
Caranya dengan mengalokasikan anggaran sehingga kondisi hutan tetap terjaga dan lestari.
“Dana itu bisa dari APBD atau bantuan provinsi atau pusat, khsusunya dinas kehutanan untuk melakukan itu. Selama ini saya lihat belum ada keseriusan kearah sana,” keluh Damang Kahayan Hilir, Darius A Kung, Senin (25/1/2015).
Darius melihat pengelolaan hutan desa saat ini seperti jalan sendiri-sendiri.
“Sekedar masukan dari saya kepada dinas kehutanan dan perkebunan yang menjadi corong pemerintah daerah harus lebih terbuka membaca kondisi hutan desa, khususnya untuk dana pengelolaan karena itu yang paling penting,” katanya.
Dia menyebut Pulang Pisau punya empat area hutan desa. Yakni di Desa Mantaren, Bontoi, Kalawa, dan Gohong.
Bahkan di Kalteng hanya sedikit sekali daerah yang wilayahnya punya hutan desa.
“Keberadaan hutan desa ini menjadi kelebihan daerah kita yang harus bisa dimanfaatkan dan beruntung kita punya hutan yang masih alami. Saya pesan kepada instansi teknis untuk serius membantu mengelola hutan kita,” harapnya.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pulpis, Slamet Untung Rianto mengaku tidak menutup mata dalam mengelola hutan desa.
“Kita sudah berusaha menangani hutan desa dan semua permintaan pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa sudah kita terima dan kita proses,” sebutnya.
Menurut Slamet usulan pengurus LPHD ada yang bisa ditangani cepat tanpa harus menunggu waktu. “Usulan harus melalui mekanisme,” ujarnya. (B-6)


