BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda 10 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini masih berpotensi terus meluas. Mengingat, cuca ekstrim berupa hujan deras masih terjadi hampir sepanjang hari dalam beberapa pekan terkahir.
"Potensi banjir meluas masih akan terjadi, apalagi saat ini hujan deras masih terus mengguyur sejumlah daerah di Kotim," ujar Kepala Banda Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kotim Rihel, Selasa 13 September 2022.
Rihel menyebutkan, laporan dari Camat, dan kepala desa yang masuk ke BPBD, ada 10 kecamatan dan 31 desa di Kotim yang dilanda banjir. Bahkan jumlah kepala keluarga yang terdampak mencapai 1.027 KK, dengan total 2.857 jiwa.
Dirinya mengakui masih ada beberapa desa yang belum melaporkan kondisi bencana banjir di wilayah mereka. Selain itu, potensi meluasnya musibah tersebut masih sangat besar.
"Dari perkiraan BMKG, Kotim masih akan dilanda hujan hingga Desember 2022 mendatang. Melihat hal tersebut, maka potensi banjir terus meluas tentunya akan sangat besar," kata Rihel.
Rihel juga menyebutkan banjir yang melanda Kotim ini masih sama persis dengan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun, ketinggian air sendiri diperkirakan lebih parah dibandingkan sebelumnya.
--page
"Yang menjadi pembeda yakni ketinggian banjir, dan melihat data sementara ini banjir saat ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya dan kemungkinan air bertahan lebih lama dibandingkan beberapa waktu lalu," terang Rihel.
Dirinya juga meminta agar masyarakat yang tinggal di dataran rendah atau di tepian sungai yang ada di Kotim diminta lebih berhati-hati. Karena dikhawatirkan munculnya banjir dadakan di wilayah mereka. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









