SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pelayanan kesehatan di 14 Puskesmas Pembantu (Pustu), 14 Pelayanan Kesehatan Desa (Puskesdes) dan  1 Puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terganggu, dampak dari banjir yang melanda dalam beberapa hari terakhir ini. 

"Terpaksa pelayanan kesehatan di Pustu, Puskesdes, dan Puskesmas tersebut dialihkan ke lokasi yang tidak terkena banjir, agar layanan kesehatan tetap berjalan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, Selasa 13 September 2022. 

Umar menerangkan bahwa saat ini layanan kesehatan di lokasi yang terendam banjir masih terus berjalan. Hanya saja lokasinya dilakukan di tempat yang lebih aman. 

Selain itu, para tenaga kesehatan yang bertugas juga tidak stay di tempat, namun mereka berkeliling ke rumah warga yang terendam, untuk memastikan apakah ada keluhan kesehatan atau tidak. 

"Tentu kesehatan masyarakat menjadi prioritas kami, terutama penyakit-penyakit yang biasanya muncul ditengah kondisi banjir juga kami perhatikan terhadap masyarakat," kata Umar. 

Umar juga merinci untuk Pustu yang tidak bisa membuka pelayanan karena terendam banjir yakni Pustu Tanah Haluan, Pustu Tumbang Batu, Pustu Tumbang Sapia, Pustu Tumbang Getas, Pustu Tewai Hara, Pustu Tumbang Payang, Pustu Tumbang Kania, Pustu Tumbang Torung, Pustu Lunuk Bagantung,Pustu Tumbang Tawan,Pustu Tumbang Tilap, Pustu Tumbang Keminting, Pustu Tumbang Saluang dan Pustu Baampah.

--page

Kemudian untuk Poskesdes yang terendam banjir yakni Poskesdes Tanah Haluan, Poskesdes Tumbang Batu, Poskesdes Tumbang Sapia, Poskesdes Tumbang Getas, Poskesdes Tewai Hara, Poskesdes Tumbang Payang, Poskesdes Tumbang Kania, Poskesdes Tumbang Torung, Poskesdes Lunuk Bagantung, Poskesdes Tumbang Tawan, Poskesdes Tumbang Tilap,Poskesdes Tumbang Keminting,Poskesdes Tumbang Saluang dan Poskesdes Menjalin.

"Kami berharap agar banjir bisa segera berakhir, sehingga pelayanan kesehatan di desa terdampak bisa kembali normal," harap Umar. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)