MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Siswandoyo mengatakan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan lima pilar stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga akan mempermudah upaya meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik seperti mengubah dan mempertahankan keberlanjutan hidup bersih dan sehat.

Hal ini disampaikannya pada pertemuan koordinasi percepatan Open Defecation Free (ODF) dan 5 (lima) pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di aula Dinas Kesehatan, Selasa 13 September 2022.

Untuk mencapai ODF atau 100 persen akses sanitasi dipengaruhi dari beberapa komponen yaitu dukungan kebijakan dan politik, dukungan anggaran, keterlibatan struktural dan non struktural, serta bagaimana upaya menciptakan permintaan sanitasi, penyediaan supplay sanitasi, monitoring dan evaluasi STBM.

Berdasarkan data sampai 2022, jumlah desa yang sudah ODF di Kabupaten Barito Utara adalah sebanyak 17 desa dari 103 desa yang ada di daerah ini. 

Ke 17 desa tersebut Kandui, Tapen Raya, Payang Ara, Jaman, Pelari, Sangkorang, Malungai dan Rarawa serta desa Baliti di Kecamatan Gunung Timang. 

Kemudian, Desa pandran Permai, Pandran Raya Tawan jaya dan Desa Trahean di Kecamatan Teweh Selatan. Selanjutnya Desa Papar Pujung Kecamatan Lahei Barat, Desa Rubei Kecamatan Montallat dan Desa Payang Ara Kecamatan Gunung Purei dan Desa Gandring Kecamatan Teweh Baru.

“Capaian akses sanitasi jamban sehat saat ini adalah 67,48 persen sehingga untuk mencapai 100 persen akses sanitasi jamban sehat atau ODF Kabupaten masih tersisa 32,52 persen. Untuk itu diharapkan ODF Kabupaten dibutuhkan kerja keras semua pihat untuk mencapai target tersebut,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)