Kepala Kepolisian Resor Kota Palangka Raya, AKBP Jukiman Situmorang menyebut tak ada tempat pemungutan suara yang terindikasi rawan tindak kejahatan.


“Dari hasil pemetaan, tidak ada wilayah yang rawan kriminalitas. Yang ada hanya rawan geografi. Artinya karena lokasi tersebut sulit dijangkau maka para petugas harus mewasadai kondisi di sana,” ungkap Jukiman, Senin (25/1/2016).


Lokasi yang harus diberi perhatian lebih seperti di Kecamatan Rakumpit dan Sabangau karena untuk akses mencapai lokasi hanya bisa melalui jalur sungai. Pola pengamanan Pilkada yang dilakukan tidak berubah dari awal.


“Kita terjunkan 2/3 kekuatan yakni sekitar 385 anggota yang bertugas melakukan pengamanan. Baik di saat distribusi sampai tahapan pilkada selesai,” cetus pria kelahiran Pematang Siantar 1974 itu.


Dalam mengamankan tempat pemungutan suara (TPS) pesta demokrasi rakyat lima tahunan itu tidak semua tempat pencoblosan dijaga aparat kepolisian, tapi dibantu petugas instansi lain.


“Jumlah TPS ada 582 sedangkan anggota 385. Kita berkordinasi dengan pihak lain seperti Satpol PP dan lainnya untuk pengamanan. Anggota kita tempatkan di TPS berdasarkan tingkat kerawanan dan untuk memberikan dukungan kita juga terapkan pola patroli.” (RZ/ANT/B-12)