SALAH seorang penyebar kampanye hitam terhadap calon Wakil Gubernur Kalteng, Said Habib Ismail dibekuk polisi di Pasar Sahawung Kuala Kapuas, Senin (25/1/2016) sekitar pukul 11:00 WIB. Pelaku tersebut bernama Zainal Arifin (48 tahun), asal Banjarmasin Kalsel.


Tertangkapnya Zainal akan diproses Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kapuas. “Karena ini ranah pemilu, maka terlebih dahulu Panwaslih memprosesnya” kata Ketua Panwaslih Kabupaten Kapuas, Iswahyudi Wibowo di Mapolsek Selat, Kuala Kapuas, Senin (25/1/2016).


Selebaran yang berbau kampanye hitam itu juga disebarkan di Pasar Sanjaya, Pasar Sari Mulia dan Pelabuhan Danu Mare oleh Zainal sejak pukul 09:00 WIB.


Joni, juru parkir di Pasar Sanjaya mengaku juga menerima pamflet tersebut dari orang yang tidak ia kenal. “Saya dikasih untuk di bagikan kepada masyarakat serta di toko di area Pasar Sanjaya. Saya tidak membaca isi di dalamnya yang menyudutkan calon wakil gubernur Habib Ismail,” katanya usai memberikan keterangan di Polsek Selat Senin (25/1/2015).


Dalam selebaran disebutkan bahwa Al-Baghaits, yang merupakan garis keturunan Habib Said Ismail disebut bukan keturunan Nabi Besar Muhammad SAW. Selebaran itu menyebut status Habib yang disandang mantan anggota DPD RI itu palsu.


“Itu semata fitnah dan tidak benar. Penyebaran tersebut benar-benar sebuah penistaan” kata Habib Yusuf, dari pihak keluarga Habib Said Ismail Senin (25/1/2016).


Habib Rafiq, keluarga Habib Ismail lainnya, mempertanyakan motif penyebaran kampanye hitam itu. “Apa maksudnya pamflet dibagikan di pasar yang mayoritas pedagang Muslim. Saya meminta kepada pendukung pasangan Sugianto-Habib (Sohib) jangan sampai terpancing dan tetap solid memenangkan Sohib,” ujarnya.


Habib Ismail maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Sugianto Sabran dalam Pilgub Kalteng yang akan digelar pada Rabu (27/1/2016).
(PP/B-10)