BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Kuala Kapuas melakukan audiensi bersama anggota DPRD. HMI menyampaikan penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Audiensi itu berlangsung di ruang rapat gabungan DPRD Kapuas. Tampak hadir, Wakil Ketua I DPRD Kapuas, Yohanes bersama sejumlah anggota DPRD lainnya, Plt Sekwan, Rabu, 14 September 2022.
Audiensi ini merupakan lanjutan dari aksi damai yang telah dilakukan HMI Cabang Kuala Kapuas menolak kenaikan harga BBM bersubsidi pada Kamis, 8 September 2022 lalu.
Dalam audiensi ini, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Yohanes mempersilahkan HMI Kapuas menyampaikan aspirasi atau pernyataan sikap mereka terkait kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan harga BBM.
Adapun 4 poin pernyataan sikap disampaikan langsung Ketua HMI Kuala Kapuas, Ariadi.
Pertama menolak kenaikan harga BBM bersubsidi karena akan mengorbankan kondisi ekonomi rakyat, terutama kelas menengah ke bawah dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang belum sepenuhnya pulih akibat terpaan Pandemi Covid-19.
Ke dua, meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki dan memperkuat data kondisi ekonomi rakyat sehingga penyaluran BBM dapat tepat sasaran, yakni kepada rakyat kelas menengah ke bawah dan pelaku UMKM.
--page
Ke tiga, mendesak pemerintah untuk memberantas mafia di sektor minyak, gas (migas) dan pertambangan dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan transparan.
Dan ke empat, meminta kepada pemerintah melakukan realokasi anggaran kementerian/lembaga yang tidak produktif untuk menopang subsidi BBM.
Selanjutnya, diserahkan surat pernyataan sikap kepada jajaran DPRD Kapuas tersebut. Serta dilakukan dialog-dialog antara anggota dewan dan para mahasiswa. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)









