SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terpaksa diliburkan. Karena ruang kelas terendam banjir dan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan aktivitas belajar mengajar. 

"Untuk jumlah sekolah masih kami data, namun kami terpaksa harus meliburkan, karena kondisinya tidak memungkin untuk proses belajar mengajar," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotim Susiawati, Rabu 14 September 2022. 

Meskipun diliburkan, namun para guru tetap diminta untuk memberikan tugas kepada peserta didik. Tanpa harus datang ke sekolah dan bertatap muka. 

Sementara, untuk waktu libur sendiri tidak bisa ditentukan. Tergantung kondisi lingkungan sekolah. Jika air sudah surut dan dianggap aman, maka aktivitas belajar mengajar akan kembali dilanjutkan. 

Saat ini menurutnya pihaknya masih menginventarisasi jumlah sekolah yang terdampak banjir. Selama kejadian banjir, dirinya mendapat laporan dari seluruh sekolah jika semua kondisi masih aman terkendali. 

--page

"Memang ada berapa sekolah yang kondisi bangku dan mejanya terendam air. Tapi sudah kami arahkan untuk segera diamankan.Termasuk pengamanan bahan atau media pembelajaran serta aset penting satuan didik lainnya," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)