PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Palangka Raya, Senin (25/1/2016). Gatot menyampaikan arahan kepada prajurit TNI terkai jelag pelaksanaan pilgub di Aula Korem 102 Panju-panjung, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya.
Usai kegiatan tertutup itu, Gatot menegaskan TNI bersikap netral dalam pilgub. TNI tidak memihak pasangan calon satu ataupun dua.
“Selama ini ada 269 pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia. 264 sudah dilaksanakan dan berjalan lancar. Sekarang nomor 1 dan 2 (pilgub Kalteng) ada indikasi perusakan dan pemukulan. Oleh sebab itu, saya mengingatkan kepada seluruh prajurit bahwa saya tahu mereka ada yang bersaudara, pamannya, temannya, neneknya dan mungkin mertuanya berada di antaranya nomor 1 dan 2. Itu manusiawi. Dan saya katakan kepada prajurit bahwa sebagai prajurit harus netral waulaupun itu saudaranya,” papar Gatot.
Gatot juga tidak segan-segan memberikan hukuman berat bagi setiap prajurit yang memihak salah satu paslon. “Kalau namanya panglima TNI datang lalu menyampaikan perintah dan prajurit melanggar perintah, tentu ada risikonya,” tegas mantan KSAD ini.
“Dalam kondisi dua kelompok yang telah terbelah, TNI harus netral. Agar kepercayaan publik terhadap TNI benar-benar tetap tinggi karena kita memang bekerja, bertugas dan berjuang untuk rakyat. Itu instruksi yang saya sampaikan dan sampai sekarang 4.000 prajurit yang diturunkan telah mampu melaksanakan tugasnya.”
Terlepas adanya sejumlah insiden, Gatot percaya masyarakat Kalteng bisa menyukseskan pilgub. “Saya pikir masyarakat Kalteng cerdas. Itu hanya emosi kecil. Ini kan pesta rakyat. Jadi yang namanya pesta kita ya harus gembira,” tutupnya. (BY/B-10)




