BORNEONEWS, Sampit - Minimnya penyedia atau rekanan penyedia barang dan jasa yang mau mendaftar di toko daring atau e katalog yang sudah disiapkan pemerintah membuat program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi terhambat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar), Zulhaidir. Pihaknya meminta setiap Satuan Operasional Perangkat Daerah (SOPD) untuk mengarahkan penyedia barang dan jasa yang sudah berlangganan dengan instansi tersebut untuk mendaftarkan produknya ke dalam toko daring atau e katalog yang sudah disediakan pemerintah.
"Kami mendorong dinas-dinas terkait agar segera melaporkan siapa saja penyedia barang dan jasanya ke kami, setelahnya kami yang akan menghimbau mereka agar mau menginput data produknya ke toko daring atau e katalog," ucapnya, Rabu, usai sosialisasi program kerja tim peningkatan P3DN, Rabu, 14 September 2022.
Dari data yang disebutkan, ada 14 etalase yang disediakan e katalog terkait kebutuhan barang dan jasa pemerintah Kabupaten Kotim, hanya 7 etalase yang sudah ada penyedianya, dengan total produk 527 item. Sedangkan 7 etalase lainnya ditampilkan dalam keadaan kosong.
Menurutnya, penyedia barang dan jasa akan tercatat apabila pihak rekanan itu sendiri yang menginput data pada e katalog atau toko daring tersebut. Sehingga meskipun selama ini berlangganan dengan intansi dalam penyediaan barang dan jasa maka tidak akan terdata jika tidak masuk dalam sistem toko daring atau e katalog tersebut.
--page
"Itulah yang kami tekankan, karena target daerah yang harus dicapai sampai akhir tahun yaitu 1000 item itu harus diinput ke sistem,"ujarnya.(NOOR ANNISA/B-5)









