Tim Pemenangan H Sugianto Sabran-Habib H Said Ismail (SOHIB) diminta mampu menahan diri dari aksi provokatif. Kaum pendatang yang sudah lama menyatu dengan bumi dan masyarakat Kalteng juga jangan mau tergoda manuver politik berupa pengerahan sejumlah kepala daerah, khususnya dari Pulau Jawa, untuk merayu mereka memilih calon gubernur tertentu.
“Kita instruksikan kepada seluruh tim baik di provinsi, kabupaten sampai ke tingkat desa untuk menahan diri, jangan terprovokasi. Kita juga berharap kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan kegiatan yang dapat memanaskan suasana,” kata Ketua Tim Pemenangan SOHIB, Abdul Razak, di DPD Golkar Kalteng, Jalan Imam Bonjol, Palangka Raya, Senin (25/1/2016).
Ia mengingatkan, setelah penundaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng pada 9 Desember 2015, lalu dijadwal ulang menjadi 27 Januari 2016, tidak ada kegiatan berbau sosialisasi dan kampanye oleh pasangan calon. “Tapi kok pada minggu terakhir menjelang pencoblosan banyak tokoh dari luar Kalteng yang merupakan kader atau fungsionaris partai, melakukan kunjungan secara bersamaan. Ada apa?” ujar Razak.
Ia menyarankan, jika dalih mereka hanya kunjungan atau silaturahim, lakukan setelah 27 Januari. ‘’Jika sekarang, apalagi dengan memakai atribut kepartaian, sama saja dengan memancing gesekan,” katanya.
Terlalu berlebihan
Ketua DPD Golkar Kalteng itu juga memperingatkan agar mereka jangan menuduh SOHIB curang, melakukan politik uang atau intimidasi. “Introspeksi diri saja,” katanya.
Sementara tokoh Dayak, Lukas Tingkes, merasakan saat ini terjadi keresahan atas kedatangan tokoh-tokoh yang tak biasanya menjelang 27 Januari.
“Akibat dari kegiatan mereka yang terlalu berlebihan, kontradiktif dengan suasana tenang. Kita harapkan mereka untuk tidak melakukan kegiatan provokatif,” tuturnya.
Dewan Penasihat Majelis Besar Hindu Kaharingan, Lewsi KDR, juga meminta kepada tokoh-tokoh dari luar agar tidak merusak situasi aman dan damai di Kalteng. “Kami sudah cerdas. Tolong, biarkan kami memilih pemimpin Kalteng dengan aman dan tentram,” kata Lewsi. (B-1)


