PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pamgkalan Bun - Debit air Sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat mulai menunjukkan peningkatan. Terkait itu, warga biasanya membuat panggung dalam rumah untuk mengamankan perabotan agar tidak rusak terendam banjir.

Sulistyo, warga Kelurahan Raja Seberang, Kamis, 15 September 2022 mengatakan, saat ini ketinggian muka air hanya berjarak sekitar 2 cm dari bawah lantai rumahnya.

"Menang rata-rata konstruksi rumah warga yang berada di kawasan pemukiman pinggir sungai merupakan rumah panggung. Namun tingginya bervariasi, tergantung jarak ketinggian tanah tempat menancapkan tiang. Untuk rumah saya bagian depan sekitar 2 meter dari tanah dan belakang sekitar 1,5 meter," kata dia.

Tetapi, menurut Sulistyo, beberapa rumah warga yang kebetulan berada di lahan yang agak rendah saat ini mulai terendam air.

"Karena kondisi lahan di pinggiran sungai kan turun naik. Nah bagi warga yang kebetulan dulunya membangun agak pendek rumah panggungnya saat ini sudah kemasukan air rumahnya," jelas Sulistyo.

Untuk itulah, agar perabotan rumah, khususnya barang elektronik tidak rusak, biasanya warga membangun panggung dalam rumahnya untuk mengamankan barang.

--page

"Paling tidak tiap KK memerlukan 10 keping papan dan kasau 5 pucuk. Jadi hal itulah yang sebenarnya dibutuhkan warga, bukan sembako. Tahun lalu, warga juga sempat mendapatkan bantuan papan dan kasau sibitan sumbangan dari PT Jemms Wood Alam Semesta yang terbukti sangat membantu sekali. Semoga tahun ini ada lagi bantuan serupa dari berbagai perusahaan lain untuk meringankan beban warga," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)