PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir di Palangka Raya semakin meluas. Saat ini ada 8 kelurahan terdampak. Meski begitu dampaknya belum signifikan lantaran aktivitas warga masih normal.

“Berdasarkan hasil pantauan kami bersama Tim Relawan ada delapan sudah tergenang air. Selain itu, ada beberapa wilayah juga mengalami kenaikan baik di jalan permukiman maupun yang sudah mendekati rumah penduduk," kata Kepala BPBD Palangka Raya, Emi Abriyani, Kamis 15 September 2022.

Adapun 8 kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka, Pahandut, Petuk Katimpun, Kameloh Baru, Tanjung Pinang, Bereng Bengkel dan Kelurahan Danau Tundai yang sebagian besar masih merendam badan jalan di kawasan perumahan warga.

Penyebab debit air mengalami kenaikan yaitu akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Palangka Raya dari kemarin siang hingga malam hari. Selain itu, kenaikan debit air juga disebabkan oleh turunnya air dari hulu ke hilir yaitu dari Kabupaten Gunung Mas yang diketahui juga kerap kali mengalami hujan yang cukup deras.

Oleh sebab itu, Emi mengimbau, agar warga di kota cantik untuk selalu waspada karena berdasarkan Prediksi dari BMKG bahwa kemungkinan tiga hari ke depan akan terjadi hujan yang cukup deras.

--page

“Untuk prediksi ke depan kita sudah mendapat peringatan dari BMKG bahwa kemungkinan tiga hari ini akan terjadi hujan yang cukup deras sehingga kita semua harus berjaga-jaga dan juga di daerah hulu pun ternyata hujan juga sehingga kita semua harus waspada," pungkasnya. (HENDRI/B-11)