KAUM teroris yang terlibatdalam kasus peledakan dan penembakan di kawasan Jl Thamrin terutama di sekitarGedung Sarinah Jakarta beberapa waktu lalu sebagian besar sudah ditangkap.

Mabes Polri menyatakan,polisi telah menangkap 18 orang terkait ledakan di Thamrin (14/1). Dari18 orang itu rinciannya adalah enam orang terkait langsung dengan bom Thamrinsedangkan 12 sisanya terkait dukungan terhadap kelompok Mujahid Indonesia Timurdan kepemilikan senjata api.

Usai mengadakan Rapim diGedung PTIK yang ada di lingkungan Mabes Polri Jakarta pada Selasa (26/01/2016)siang tadi,  Kapolri JenderalBadrodin Haiti mengatakan 9 pucuk senjata api yang beberapa waktu laludiamankan dari tangan terorisitu berasal dari Lapas Tangerang. Hingga saat ini keterlibatan sipirdalam kasus tersebut masihdiperiksa.

"Kalau keterlibatan sipir sedang diperiksa internal oleh KemenkumHAM, tapikita sudah bisa amankan senjata itu berikut pelakunya." ujar Kapolri.

Kapolri belum dapat mengkategorikan masuknya senjata tersebut ke penjarasebagai sebuah kelalaian. Karena saat ini semua pihak masih diperiksaketerlibatannya. Yang pastiketerlibatan para sipir dalam berpindahnya Sembilan pucuk senjata ke tanganpara teroris tadi kini sedang diperiksa KemenkumHAM.  

"Tentu yang mana yang masuk dalam kategori, apakah memang kelalaianyang biasanya dalam pemeriksaan. Atau bisa saja karena orang besuk ini masuknyadigeledah, tapi keluarnya tidak. Kalau memang betul begitu, ini merupakankelemahan," sambung Kapolri.

Hal tersebut juga telah dibenarkan MenkumHAM, Yasonna Laoly juga membenarkan hal tersebut. Sekian banyaksenjata itu dicuri para napi atau memang sengaja ada permainan dari para sipir?

"Sudah lama saya tahu, jadi itu dicuri. Tamping itu napi yang sudah maubebas, tapi dia bekerja. Dia melakukan tindak pidana pencurian," jelasYasonna. (*)