BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Gunung Mas Yantrio Aulia mengajak seluruh stakeholders untuk saling bersinergi dalam pengarusutamaan gender (PUG) di Kabupaten Gunung Mas.
"Harapannya, seluruh stakeholders saling bersinergi dan menciptakan jaringan komunikasi yang baik, dapat memperkuat komitmen daerah untuk menjadikan pelaksanaan PUG dan pemenuhan hak anak akhirnya sebagai prioritas utama," ujarnya, Jumat, 16 September 2022.
Dijelaskan lebih lanjut, Kemajuan pelaksanaan PUG dapat diwujudkan melalui Anggaran Responsif Gender (ARG) dan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) melalui Keputusan Bupati Gunung Mas Nomor 197 Tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Teknis Anggaran Responsif Gender Kabupaten Gunung Mas Tahun 2021-2024.
"Dalam pengarusutamaan gender, kita memastikan bahwa setiap orang haknya terpenuhi, baik itu laki-laki, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, dengan mengintegrasikannya ke dalam perencanaan program pembangunan yang akan dibuat oleh suatu daerah," jelas Yantrio.
Yantrio melanjutkan, Pengarusutamaan Gender adalah cross cutting issue artinya tanggung jawab pelaksanaannya bukan hanya di emban oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) , tapi oleh Pemerintah baik pusat sampai pemerintah daerah.
--page
Terkait hal tersebut, pihaknya bersama dengan DP2KBP3A, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Yansiterson dan lainnya telah mengikuti rapat penguatan kelompok kerja (Pokja) PUG Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di aula Bappedalitbang pada Jumat 16 September 2022. (RISKA YULYANA/B-5)









