Meski sudah hampir satu tahun lalu diresmikan oleh Bupati Gunung Mas (Gumas) Arton S Dohong, namun bangunan Pasar Baru di Jalan Sangkurun, Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun belum juga ditempati pedagang. Kondisi itu menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, pasar tingkat dua itu dibiarkan kosong begitu saja.


“Kok membingungkan ya, setelah sekian lama diresmikan, pasar baru belum ditempati,” kata Rahmat (36) seorang warga yang tinggal di sekitar Pasar baru saat ditemui Borneonews di kediamannya, Selasa (26/1/2016).


Padahal, lanjut dia, masyarakat sangat berharap bangunan pasar itu segera fungsional. Sehingga bisa menambah pusat perbelanjaan bagi masyarakat Gumas. Sebab, hingga saat ini jumlah pusat perbelanjaan di Gumas masih minim.


“Kami sangat menyesalkan bangunan yang menelan dana puluhan miliar itu tidak cepat dimanfaatkan. Padahal jika banyak yang berjualan di Pasar Baru, kita akan lebih mudah dan lebih dekat berbelanja,” ungkap dia.


Ditemui terpisah, Yanson (25) seorang warga Jalan Tamanggung Panji, Kuala Kurun berharap Pemkab Gumas segera membuka Pasar Baru. Pasalnya, saat peresmian tahun lalu, sudah ditentukan pihak-pihak yang akan menyewa blok pasar.


“Memang kita tidak tahu kendalanya, namun alangkah baiknya pasar baru cepat dimanfaatkan,” cetus Yanson.


Ia melanjutkan jika Pasar Baru berfungsi, tidak hanya masyarakat yang diuntungkan karena mudah berbelanja. Namun pasar itu juga berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gumas. “Sewa blok pasarkan bisa menjadi sumber pendapatan daerah. Jadi jangan dibiarkan terlalu lama pasar baru nganggur,” tegas dia.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Edwin Yustian menyatakan, pihaknya bakal mengupayakan agar dalam waktu dekat pasar baru bisa ditempati oleh para penyewa.


“Beberapa waktu lalu aliran listrik sudah terpasang di pasar itu, kita upayakan secepatnya difungsikan,” pungkasnya.
(EP/B-8)