BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), menyiapkan Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan sebagai program kawasan transmigrasi pada 2023.
Kepala Disnakertrans Kobar Rusliansyah mengatakan perencanaan program Satuan Permukiman Pugar (SP Pugar) bagi para transmigran di Desa Rangda ini sudah masuk tahapan renaca dan pengkajian oleh teknis satuan pemukiaman (RTSP).
"Luasan lahan untuk program ini seluas 1.172,4 hektare dan yang disiapkan untuk pengembangan SP Pugar dengan luas area penggunaan lain (APL) sebesar 846,8 hektare dan hutan produksi yang dikonversi (HPK) 325,6 hektare," ujarnya.
Lanjutnya, apabila program transmigrasi di Desa Rangda ini disetujui oleh Kemendes PDTT, maka langkah selanjutnya akan dilaksanakan pembangunan insfrastruktur seperti fasilitas pemukiman, pelayanan kesehatan, dan tempat ibadah.
"Kalau sudah disetujui pemerintah pusat, maka rencana penempatan transmigrasi akan di laksanakan di 2023, namun sudah siap semua fasilitas penunjang di sana," ungkapnya.
Dengan luasan APL tersebut, memungkinkan mampu menampung sekitar 300 kepala keluarga dan untuk pola penempatannya penerima program ini direncanakan akan di tempatkan masing-masing 50 persen yakni 50 persen warga lokal, dan 50 persen warga luar pulau.
--page
"Jadi dengan nanti kawasan tersebut akan diisi oleh warga lokal dari Desa Rangda sendiri 150 KK, dan 150 KK lainya kita ambil dari luar pulau yang Pemdanya sudah melakukan kerja sama dengan kami soal transmigrasi ini," tuturnya.
Setidaknya ada 5 pemerintah daerah yang bekerja sama dengan Pemkab Kobar perihal transmigrasi yakni Bali, NTB, Daerah Istimewa Yogjakarta, Jawa Tengah, dan Jakarta. (DANANG/B-6)









