BORNEONEWS, Kuala Kurun – Mahasiswa kuliah kerja nyata tematik mandiri (KKN-TM) edisi khusus dalam semangat kebangsaan kelompok 27 di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir melaksanakan sosialisasi upaya pencegahan dan penganggulangan stunting, Selasa 23 Agustus 2022.
“Kondisi stunting di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir masih mengalami stagnan,” ujar Lurah Tampang Tumbang Anjir kepada para mahasiswa KKN-TM kelompok 27.
Karena alasan inilah maka mahasiwa KKN-TM melakukan sosialisasi dengan tujuan membantu mengurangi angka terjadinya pernikahan dini yang dapat menjadi salah satu faktor terjadinya kondisi stunting pada anak.
Sosialisasi yang dilaksanakan para mahasiswa bertemakan Bahaya Pernikahan Dini Dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting dengan judul Remaja Melek Stunting. Sosialisasi mereka laksanakan di SMPN 4 Kurun.
“Usia siswa/i SMP yang sudah mulai mengenal dan tertarik kepada lawan jenis dapat menjadi hal yang memancing terjadinya pernikahan dini. Oleh karena itu kami menargetkan peserta sosialisasinya nanti adalah siswa kelas 9 SMP,” ujar Dwi Candra Karya Bangun, Ketua KKN-TM Kelompok 27.
Sosialisasi ini menghasilkan sebuah keberhasilan yang dibuktikan dengan 88 persen dari total siswa peserta sosialisasi yang telah paham mengenai bahaya pernikahan dini dapat menjawab pertanyaan yang panitia berikan setelah diadakan kegiatan sosialisasi. (Salma Aulya Rahmah/B-11)









