PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Fitryanto Leksono meminta Penyuluh Keluarga Berencana (KB) untuk memperkuat sinergi.

Terutama bersinergi bersama stekolder dan pemerintah daerah, sebagai langkah untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.

“Kami berharap agar Penyuluh KB untuk dapat bersinergi dengan tim pendampingan keluarga,” sebut Muhammad Fitryanto.

Dilakukan koordinasi dengan tim percepatan stunting pada tingkat desa sehingga dapat mensinergikan program penurunan stunting.

BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah telah melakukan pelantikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), Penyuluh Keluarga Berencana (KB) pada Jumat 16 September 2022 lalu.

Total ada 35 PPPK Penyuluh KB. Pelantikan dilaksanakan langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BKKBN, Viktor Hasiholan Siburian. (HERMAWAN DP/B-11)