PRESTASI membanggakan ditorehkan pemuda asal Kotawaringin Barat (Kobar). Adalah Jumri, pemuda asal Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) yang berprestasi mewakili Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2015 di Singapura. Pada ASEAN Para Games ke-8 ini Jumri berhasil meraih Medali Perak bidang olahraga renang.


Hal tersebut tentu saja cukup membanggakan bagi warga Kobar. Tak terkecuali Bupati Kobar Bambang Purwanto. Bupati bahkan meminta anak muda berprestasi asal Kobar bisa mendapat apresiasi yang layak. Salah satunya lewat dukungan di bidang pendidikan.


Usai berbincang bersama Jumri di ruang kerjanya, Bupati Kobar Bambang Purwanto mengaku sangat bangga atas prestasi yang telah ditorehkan oleh putra daerah ini. Bupati menganggap Jumri telah mengharumkan nama Kobar. Tidak hanya di mata nasional, namun dunia internasional.

Bupati meminta, anak-anak berprestasi seperti Jumri layak mendapatkan perhatian dari pemerintah.


“Saya meminta Disdikpora (Dinas Pendidikan dan Olah raga) untuk mengaprsiasi prestasi ini dalam bentuk reward. Mengingat Jumri saat ini sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi, ke depan pemerintah akan memikirkan untuk memberikan bantuan beasiswa kepadanya,” kata Bambang, Senin (25/1).

Yang spesial


Di kesempatan sama, Jumri mengatakan, ASEAN Para Games ke-8 2015 merupakan ajang ASEAN Para Games yang keempat, yang diikuti Jumri.

Yang spesial, pada ASEAN Para Games 2015 Jumri berhasil meraih medali perak untuk bidang olahraga renang. Jumri berharap, ke depan pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih kepada para atlet-atlet atau pemuda berprestasi di Kobar.


Jumri menerangkan ASEAN Para Games merupakan ajang olahraga dua tahunan yang diadakan setelah Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) untuk atlet-atlet yang mengalami cacat fisik (difabel). Atlet-atlet difabel dari negara-negara di ASEAN. Yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam, berkompetisi di acara ini.


Pesta olahraga bagi difabel se-ASEAN ini berkiblat atau menggunakan konsep yang sama dengan Paralimpiade. Sehingga dapat dikatakan, ASEAN Para Games merupakan ajang persiapan Paralimpiade. Sedangkan pengawasan penyelenggaraan Asean Para Games, berada di bawah ASEAN Para Sports Federation (APSF).
(RD/MW/B-7)