PENGAMANAN (PAM) pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 2016 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) cukup ketat. Sebab berdasarkan pertemuan antarunsur muspida, yakni Pemkab Kobar, Polres Kobar, Kodim 1014 Pangkalan Bun dan Lanud Iskandar Pangkalan Bun, proses pilgub di Kobar menjadi perhatian khusus.


“Pasalnya seperti kita ketahui bersama kondisi Kabupaten Kobar saat pemilihan kepala daerah selalu ada hal yang perlu untuk diwaspadai. Selain itu dalam pelaksanaan pilgub yang head to head maka perhatian khusus dalam hal keamanan dianggap tidak berlebihan,” jelas Bupati Kobar Bambang Puwanto seusai Apel Pergeseran pasukan pengamanan Pilgub di Mapolres Kobar, Selasa (26/1/2016).


Dalam apel yang dipimpin langsung Kapolres Kobar Ajun Komisaris Besar Polisi Heska Wahyu Widodo, Bupati Kobar berharap kepada setiap personel PAM Pilgub tetap kompak dan saling bekerjasama dalam upaya penyelesaian permasalahan.

“Diharapkan jangan meremehkan persoalan sekecil apapun serta mewaspadai gerakan apapun yang terjadi di lapangan. Nanti saya akan perintahkan kepada Kepala Desa hingga Camat agar bisa turut berkoordinasi dengan pasukan pengamanan selama pelaksanaan Pilgub,” jelas Bupati.

PAM gabungan


Di tempat yang sama Kapolres Kobar AKBP Hesak Wahyu Widodo mengatakan, 266 personel gabungan PAM pemilu kali ini merupakan gabungan antarinstitusi guna penebalan pasukan.

“Meski dalam persiapan persenjataan setiap personel dianggap lengkap, tetapi penggunaan senjata diusahakan seminimal mungkin. Tetapi kita tetap berharap agar senjata tersebut tidak digunakan sama sekali, karena kondisi yang aman dan damai.”


Menurut Kapolres tim gabungan tersebut disebar ke seluruh kecamatan di Kobar mulai 26 hingga 28 Januari. “Sedangkan untuk personel TNI AU Lanud Iskandar ditempatkan di Pos Bersama depan KPUD Kobar guna mempertebal kekuatan pengamanan di tempat tersebut,” jelas Kapolres.
(YD/MW/B-7)