BORNEONEWS, Sukamara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara menggelar pasar murah atau pasar penyeimbang pada Minggu, 18 September 2022.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pasar Saik tersebut adalah upaya pemerintah daerah dalam menyikapi inflasi dengan harapan, kegiatan itu dapat membantu masyarakat Bumi Gawi Barinjam yang terdampak.
"Menyikapi inflasi daerah yang merata terjadi diseluruh Kalimantan Tengah, berdasarkan perintah dan arahan bapak gubernur, hari ini kita mengadakan pasar murah dan pasar penyeimbang," kata Bupati Sukamara, Windu Subagio.
Windu melanjutkan, pemerintah menyediakan 5.000 paket dalam pasar murah tersebut. Paket itu diperuntukan hanya untuk masyarakat kurang mampu.
"Jadi ada 5.000 paket yang disedikan, nanti untuk sektor-sektor seperti nelayan, trasportasi umum seperti getek, taksi juga akan kita bantu dengan cara subsidi BBM," ujarnya.
--page
Sebelumnya, Windu menuturkan bahwa pemerintah telah menganggarkan Rp 3 miliar yang diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil sebesar 2 persen, digunakan untuk kegiatan-kegiatan penanganan dampak inflasi.
Melalui dana tersebut, dilaksanakan beberapa kegiatan yang dapat membantu masyarakat dampak dari inflasi atau kenaikan harga-harga yang akan terjadi, salah satunya pelaksanaan pasar penyeimbang.
"Kita berharap dengan upaya yang dilakukan pemerintah terhadap dampak inflasi ini, bisa membantu masyarakat di Kabupaten Sukamara, " tukas Windu Subagio. (NORHASANAH/B-7)









