BORNEONEWS, Sukamara - Pasar penyeimbang atau pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara akan dilakukan secara merata di seluruh kecamatan yang ada di Bumi Gawi Barinjam.
"Jadi dalam paket itu ada beras 5 kg, gula 1 kilo gram, minyak goreng 1,5 liter. Total harga Rp 104 ribu ditebus Rp 70 ribu. Jadi kita mensubsidinya sebesar 32,69 persen atau sekitar Rp34 ribu," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, Iswan Gemayana, Minggu, 18 September 2022.
Menurut dia, untuk hari ini, jumlah paket yang pemerintah daerah bagikan sebanyak 100 paket, yang nantinya akan kembali dilakukan pada hari berikutnya
"Jadi untuk yang kita bagi hari ini ada 100 paket, dan kita rencanakan nantinya sebanyak 4.900 paket," ujarnya.
Iswan menerangkan, kegiatan pasar penyeimbang tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah Sukamara saja, namun juga wilayah kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Sukamara dengan jumlah penduduk.
--page
"Untuk penerima ini, kita berkoordinasi dengan masing-masing kelurahan yang memang pantas untuk menerima paket. Jadi memang untuk kegiatan pasar murah ini tidak hanya Pemkab Sukamara saja, tetapi dari provinsi juga ada," tutur Iswan.
Sebelumnya, Windu menuturkan bahwa pemerintah telah menggarkan sebesar Rp 3 miliar yang diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil sebesar 2 persen, digunakan untuk kegiatan-kegiatan penanganan dampak inflasi.
Melalui dana tersebut, dilaksanakan beberapa kegiatan yang dapat membantu masyarakat dampak dari inflasi atau kenaikan harga-harga yang akan terjadi, salah satunya pelaksanaan pasar penyeimbang.
"Kita berharap dengan upaya yang dilakukan pemerintah terhadap dampak inflasi ini bisa membantu masyarakat di Kabupaten Sukamara, " tukas Windu Subagio. (NORHASANAH/B-7)









