BUPATI Barito Utara (Barut) Nadalsyah bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ferry Kusmiadi meninjau jalan tembus Muara Teweh–Lemo-Trans Bangdep-Bintang Ninggi, kecamatan Teweh Selatan, Selasa (26/1/2016).


Menurut Nadalsyah, jalan itu merupakan jalur poros untuk mempersingkat warga Bintang Ninggi menuju ke Muara Teweh. Pihaknya berjanji akan terus melakukan perbaikan di sejumlah titik jalan tembus tersebut, di mana beberapa waktu lalu telah terjadi longsor di salah satu titik, sehingga akan dilakukan perataan dan perbaikan, kemudian akan dilakukan pengerjaan rigit beton.


“Pengerjaan tersebut akan menggunakan dana unit pera­watan rutin (UPR), karena dana UPR diperuntukkan menangani status jalan yang urgent atau mendesak,” kata Nadalsyah.


Dengan dana UPR yang tidak banyak, kata Nadalsyah, maka dana untuk rigit beton akan dilakukan hanya di beberapa titik seperti pada kemiringan bukit dan spot-spot tertentu.


Sementara, untuk jalan lainnya yang datar  akan dilakukan dengan sistem tanah timbunan.


Sehingga, jalan yang ada bisa fungsional. Sejauh ini pihaknya juga telah melakukan perataan pada sejumlah titik di ruas tersebut.


“Apabila ada terjadi kerusakan akan didatangkan unit dari Dinas PU untuk melakukan perbaikan dengan alat berat yang sudah ada dinas,” janji Nadalsyah.


Diharapkan dengan memanfaatkan dana UPR dpat memaksimalkan seluruh jalan yang ada di Kabupaten Barito Utara.

Dikerjakan 20 hari


Sementra itu, menurut Kepala Dinas PU Barito Utara Ferry Kusmiadi, pekerjaan tersebut akan dilakukan segera dengan perkiraan lama pekerjaan hanya 20 hari, dengan panjang rigit beton sekitar 150 meter dan sisanya akan dilakukan pengerasan dengan menggunakan sistem tanah timbunan.


“Sehingga jalan tersebut dapat segera fungsional kembali dan dapat dilalui oleh masyarakat dengan nyaman,”  pungkasnya.
(DN/B-5)