PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu inflasi dari pusat hingga daerah. Sehingga hal ini perlu dikendalikan agar inflasi tidak terus naik dan daya beli masyarakat tak menurun.

Maka pemerintah pusat hingga daerah saat ini tengah melakukan berbagai upaya agar meminimalisir laju inflasi. Hal yang sama juga bakal dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Pejabat Bupati Kobar Anang Dirjo mengatakan bahwa, terkait dengan kenaikan inflasi akibat kenaikan harga BBM ini sudah terjadi disemua daerah. Hanya saja soal inflasi ini bisa dikendalikan supaya tidak makin parah.

"Termasuk dalam arahan Presiden, pemerintah pusat hingga daerah wajib menekan laju inflasi. Supaya daya beli masyarakat tidak turun," kata Anang Dirjo.

Selanjutnya, upaya mengendalikan laju inflasi ini bisa ditekan dengan banyak cara. Salah satunya khusus untuk di daerah yakni soal percepatan penyerapan APBD dipercepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

--page

"Kita ketahui bersama bahwa sampai akhir Agustus lalu seraoan APBD masih minim yakni kisaran 50 persen dan ada yang dibawah itu. Maka kedepan percepatan penyerapan APBD tak ada tawar menawar lagi dan ini instruksi dari Presiden langsung," katanya.

Sehingga, SOPD juga melakukan berbagai langkah untuk menyesuaikan percepatan penyerapan anggaran. Hal ini nantinya bakal dioakukan evaluadi terus menerus agar penyerapan APBD berjalan maksimal.

Percepatan penyerapan APBD bukan satunya cara untuk menekan inflasi, masih ada banyak cara. Termasuk diantaranya menggunakan dana tak terduga juga menjafi saran dari Presiden.

Selanjutnya juga melakukan kerjasama antar daerah, hal ini guna menekan biaya operasional. Sehingga nantinya bisa menekan laju infkadi di daerah.

"Ini yang terus kita lakukan agar arahan Presiden ini bisa benar diterapkan di Kobar. Dengan harapan laju infladi bisa dikendalikan dan ekonomi bisa terus tumbuh," pungkasnya. (DANANG/B-5)