SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor kembali menyampaikan rencana proyek tol sungai dan pengembangan bandara yang berpotensi menjadi salah satu pendapatan asli daerah.

Hal ini disampaikannya setelah menghadiri Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Pelabuhan Kota Sampit.

"Sebagaimana transportasi darat, laut, dan udara kita bisa maksimal yang berpotensi menjadi salah satu pendapatan asli daerah di Kabupaten Kotim, sebagai contoh Pelabuhan Pelangsingan milik pemerintah daerah yang asetnya telah diberikan oleh Perhubungan Pusat saat ini sudah beroperasi," ucapnya, Senin, 19 September 2022.

Halikinnor menerangkan saat ini sedang dilaksanakan kerja sama dengan pihak ketiga guna pengerukan alur Sungai Mentaya yang tidak mengganggu sistem yang sudah ada namun membuat alur sistem baru yang rencananya berbayar.

"Kalau di darat ada tol darat, ini tol sungai. Karena kelemahan kita, sungai mentaya ini lebar namun di muara sana dangkal," katanya.

Dia menambahkan kelemahan tersebut yang menghambat masuk dan keluarnya kapal ke Pelabuhan Sampit dikarenakan berpatokan pada pasang surut air dan tidak dapat mengangkut barang dalam tonase yang besar.

"Dengan adanya pengerukan sedalam 9 sampai 12 meter harapan kita nantinya dapat di lewati kapal dengan bobot 15.000 hingga 20.000 ton secara langsung ke Pelabuhan Sampit tanpa harus menunggu pasang surut air," Tambahnya.

--page

Selanjutnya Halikinnor juga menyampaikan dengan adanya pertemuan dengan Menteri Perhubungan Pusat dan mendapatkan perhatian, di semogakan Bandara Haji Asan mulai tahun depan bisa dilaksanakan penambahan landasan pacu karena tanahnya sudah diselesaikan.

"Semoga dengan adanya Harhubnas gabungan yang berkolaborasi ini, kita semogakan transportasi darat, laut maupun udara khususnya di Kabupaten Kotim dapat terlaksana dengan baik dan lancar," tandasnya. (M ANDHIKA/B-6)