PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Karena ketinggian air Sungai Arut, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat semakin meningkat, sebagai imbas dari tingginya curah hujan belakangan ini, warga terpaksa membangun panggung didalam rumah untuk menyelamatkan perabotannya khususnya alayt elektronik.

Menurut Sulistyo, warga Kelurahan Raja Seberang, Senin, 19 September 2022 saat ini rata-rata sekitar 183 rumah warga sudah terendam air dengan ketinggian yang bervariasi.

"Karena itulah warga saat ini mulai membangun panggung di dalam rumahnya untuk menyelamatkan perabotan, namun hal ini tentunya membuat warga harus mengeluarkan biaya yang lumayan mahal," jelasnya.

Menurut Sulistyo, rata-rata per KK warga harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp 500.000 hingga Rp 800.000 untuk membuat panggung.

"Rata-rata, untuk membangun panggung tiap rumah memerlukan papan sebanyak 10 - 15 keping dan kayu kasau. Namun saat ini lantaran banyak yang memerlukan papan dan kasau untuk membuat panggung menyebabkan harganya juga mulai naik," jelasnya.

Sulistyo mencontohkan sebelum kondisi banjir harga papan untuk kualitas B berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000. Padahal sebelumnya sekitar Rp 30.000. Untuk kayu kasau yang sebelumnya Rp 27.000 saat ini mencapai Rp 30.000 hingga Rp 35.000.

--page

Jadi, menurut Sulistyo, karena kondisi saat ini warga sebenarnya sangat memerlukan sekali ketersediaan papan dan kasau untuk membuat panggung dan terpaksa membeli dengan harga yang lebih mahal.

"Mau bagaimana lagi. Dari pada barang elektronik kami rusak. Terpaksa kami harus membuat anggaran khusus untuk pembuatan panggung tersebut," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-6)