SETELAH mengumumkan le­wat media sosial, pemba­lap Tim Movistar Yamaha Moto­GP, Valentino Rossi, ak­hir­nya benar-benar datang ke Indonesia.
Legenda hidup MotoGP itu me­nginjakkan kakinya di Den­pasar, Bali, pada Senin (25/1/2016) malam.


Pembalap berusia 36 tahun itu datang bersama rombong­an yang jumlahnya tidak ter­la­lu banyak.


Rossi pertama kali terlihat keluar dari pintu exit Bandara Ngurah Rai, Denpasar, pada pu­kul 17.00 Wita. Kemunculan bintang MotoGP itu tidak pe­lak memicu perhatian pe­ngun­jung bandara.


Saat berjalan menuju par­kiran, Rossi langsung di­kerubungi para fans. Mes­ki pembalap Yamaha itu men­da­pat pengalawan ketat, para peng­gemar tetap berusaha un­tuk bisa lebih dekat sang pu­jaan. Mereka tidak mau men­yia-nyiakan kesempatan lang­ka itu untuk mengambil gambar maupun video Ros­si.


Meski terlihat lelah, peba­lap asal Italia itu tetap berusa­ha melempar senyum kepada pa­ra fans.


Satu hal yang mencuri per­hatian dari Rossi adalah ga­ya pakaiannya yang santai. Wa­lau berstatus superstar, pem­balap gaek itu tidak berle­bih­an dalam berbusana.


Selasa (26/1/2016), Rossi meng­gelar jumpa pers. Da­lam keterangannya kepada war­tawan, pembalap gaek itu mengungkapkan duku­ngan­nya terhadap rencana In­donesia menjadi tuan ru­mah MotoGP 2017. Menurut pem­balap berjuluk The Doctor itu, rencana itu merupa­kan ide bagus.


“Ide bagus (Indonesia jadi tuan rumah MotoGP). Indonesia punya banyak penggemar Moto­GP. Saya juga pernah mem­balap di sana (Sirkuit Sen­tul) pada 1996 dan 1997,” ujar Rossi.


Rossi pernah mencicipi Sir­kuit Sentul pada 1996 saat masih memperkuat tim Aprilia di kelas 125cc, namun ha­nya finis di urutan ke-11. Se­tahun berselang, Rossi kem­­bali membalap di sirkuit ter­baik di Indonesia tersebut, ma­sih di kelas 125 cc. Saat itu, Rossi sukses menjadi juara. (Berbagaisumber/B-3)