PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Naiknya muka air Sungai Arut akibat tingginya curah hujan belakangan ini, selain membuat warga yang bermukim di kawasan pinggir sungai mendapat kesibukan tambahan untuk memgamankan perabotan rumah, khususnya barang elektronik, warga juga dibayangi dengan seringnya binatang berbahaya ditemukan di rumahnya.

Salah seorang warga Kelurahan Raja Seberang, Sulistyo, Senin, 19 September 2022 mengatakan kondisi air yang naik saat ini membuat binatang melata seperti ular atau kadal sering ditemukan di rumah warga.

"Karena kondisi banjir, pastinya binatang tersebut juga bermaksud menyelamatkan diri. Berkaca pada pengalaman kondisi serupa yang terjadi beberapa waktu lalu, saya sering menemukan ular tanah hingga cobra bahkan diteras rumah," ujarnya.

Tentunya, menurut Sulistyo, hal itu membuat warga yang lokasi pemukimannya terendam air menjadi was-was.

"Pernah, suatu waktu saya lupa menutup pintu belakang, eh ada ular cobra dalam rumah. Terpaksa ular tersebut saya bunuh lantaran takut membahayakan anak dan isteri," jelasnya.

Menurut Sulistyo, saat ini kondisi rumahnya sudah terendam air dibagian dapur sekitar diatas mata kaki atau 15 cm lantaran konstruksinya lebih rendah.

--page

"Namun ada juga rumah warga yang terendam air cukup dalam, sekitar sepinggang orang dewasa, terutama runah yang didirikan tepat dipinggir sungai. Lantaran ketinggian rumahnya menyesuaikan ketinggian tanah, sehingga walaupun didirikan diatas tiang, tapi tetap saja lebih rendah dibandingkan rumah yang lokasinya agak jauh dari sungai," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)